ZONAUTARA.com – Tim nasional Maroko berhasil menyingkirkan Belanda setelah pertandingan yang mendebarkan berakhir imbang 1-1, dan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti di Monterrey, pada Selasa (30/6/2026) waktu setempat.
Dalam pertandingan yang penuh emosi ini, Belanda membuka keunggulan lebih dulu berkat gol dari Cody Gakpo. Namun, Maroko berhasil menyamakan kedudukan melalui gol equalizer yang dicetak oleh Diop. Suasana stadion semakin memanas dengan sorakan dari pendukung Maroko yang merayakan keberhasilan tim mereka.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mendapatkan pujian setelah mempercayakan tiga pemain muda di bawah usia 21 tahun untuk tampil dalam laga penting ini. Keputusan berani tersebut terbukti membuahkan hasil ketika mereka berhasil menahan imbang Belanda dan melanjutkan laga ke adu penalti.
Di sisi lain, pelatih Belanda, Ronald Koeman, mendapatkan kritik tajam atas taktik dan keputusan pergantian pemainnya. Banyak yang mempertanyakan mengapa ia tidak memasukkan pencetak gol berpengalaman seperti Memphis Depay dan Marlon dalam situasi yang genting ini.
Drama adu penalti berlangsung dramatis, dengan banyak momen mengejutkan. Beberapa pemain dari kedua tim gagal mengeksekusi penalti dengan baik, termasuk Justin Kluivert yang biasanya andal, namun kali ini gagal mencetak gol. Penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou, menjadi pahlawan setelah melakukan penyelamatan krusial yang membawa timnya melaju ke babak 16 besar.
Dengan hasil ini, Maroko akan menghadapi Kanada di Houston pada 4 Juli. Kemenangan ini sangat berarti bagi pendukung Maroko yang merayakan sepanjang malam, sementara Belanda harus kembali ke rumah dengan rasa kecewa setelah gagal memenuhi harapan di Piala Dunia kali ini.
Sumber: The Guardian

