ZONAUTARA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menduga bahwa cuaca panas ekstrem menjadi penyebab kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB dan hingga sore hari api masih berkobar dengan petugas terus berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah meluasnya kobaran api ke area lain.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa suhu panas yang tinggi diduga memicu gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah selama bertahun-tahun sehingga memunculkan api. “Tumpukan sampah itu yang sudah bertahun-tahun mengandung gas metana. Apabila sudah panas yang ekstrem, maka gas itu bisa menjadi api,” ujar Taufik di lokasi kebakaran.
BPBD mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel dalam upaya penanganan kebakaran tersebut. Namun, Taufik mengungkapkan adanya beberapa kendala yang dihadapi petugas, antara lain embusan angin yang cukup kencang yang mempercepat penyebaran api, medan tumpukan sampah yang menggunung sehingga menyulitkan mobil pemadam menjangkau titik kebakaran, serta asap pekat yang mengganggu pandangan petugas.
“Kalau untuk suplai air kita tidak terkendala, hanya medannya saja cukup sulit karena timbunan sampah ini seperti gunung, mobil kami tidak bisa menjangkau sampai ke titik api,” jelas Taufik. Menurutnya, koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun BPBD di daerah sekitar akan dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Taufik menambahkan, “Bisa dimungkinkan kita meminta bantuan, kita lihat situasi sementara ini. Tetapi kalau unitnya sama, sebetulnya mobil kita sudah cukup, hanya medannya yang cukup sulit.”
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

