Tragedi Bendungan Banqiao Renggut 171 Ribu Nyawa di China

Tragedi Bendungan Banqiao pada 1975 di China menyebabkan 171 ribu korban jiwa, salah satu bencana terburuk dalam sejarah.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Detik – Berita

ZONAUTARA.com – Tragedi jebolnya Bendungan Banqiao di Provinsi Henan, China pada tahun 1975 merupakan salah satu bencana paling mematikan, menyebabkan sekitar 171.000 orang tewas. Bencana ini dikenal sebagai kegagalan struktural paling mematikan dalam sejarah China.

Peristiwa dimulai pada malam 8 Agustus 1975, ketika warga di hilir Bendungan Banqiao berhadapan dengan badai yang tidak kunjung reda. Lama-kelamaan, debit air meningkat dan suara retakan dari arah bendungan terdengar, menandakan bahaya.

Bendungan kemudian jebol, mengalirkan air yang setara dengan 280.000 kolam renang ukuran Olimpiade dengan kecepatan 50 km/jam, menghancurkan desa-desa di bawahnya. Bencana semakin parah dengan jebolnya 62 bendungan lainnya karena ‘efek domino.’

Dari total korban jiwa, sekitar 26.000 orang tewas langsung akibat banjir, sementara sisanya meninggal karena kelaparan dan penyakit seperti kolera dan cacar. Bendungan Banqiao awalnya dijuluki “Bendungan Besi” setelah diperkuat di tahun 1950-an menggunakan spesifikasi dari Uni Soviet.

Ahli hidrologi Chen Xing telah memperingatkan pembangunan bendungan yang berlebihan dan menyarankan pemasangan 12 pintu air. Namun, hanya 5 yang dipasang dan peringatannya diabaikan. Selama beberapa dekade, pemerintah China menutupi skala tragedi hingga catatan dibuka pada tahun 2005.




Diolah dari laporan Detik.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com