ZONAUTARA.com – Inggris bersiap menghadapi Meksiko dalam babak 16 besar Piala Dunia pada Minggu (6/7/2026) setelah Meksiko mengalahkan Ekuador. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola Meksiko. Namun, ada peringatan tentang badai yang mungkin mempengaruhi pertandingan tersebut, termasuk risiko banjir.
Kick-off pertandingan awalnya direncanakan pada pukul 18.00 waktu setempat (pukul 01.00 WIB) tetapi setelah banyak diskusi, akhirnya ditetapkan kembali pada waktu semula. Suasana di Meksiko City setelah kemenangan atas Ekuador masih terasa, dengan jalan-jalan dipenuhi oleh sekitar satu juta penggemar yang merayakan kemenangan mereka.
Ketegangan juga terasa di kubu Inggris, yang baru saja meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo (DRC). Manajer Thomas Tuchel merasakan kegelisahan tersebut, terutama saat timnya berjuang dalam periode awal pertandingan. Dia mengingatkan timnya untuk tetap tenang dan tidak panik, meskipun Inggris sempat tertinggal 1-0 sebelum berhasil membalikkan keadaan.
Dalam persiapan menghadapi Meksiko, Tuchel mengingatkan bahwa timnya perlu mengendalikan permainan dan tidak terbawa emosi. Dia mencatat bahwa mereka harus lebih baik dalam memilih momen untuk menekan lawan dan berusaha untuk lebih kompak di lapangan. Kegugupan terlihat dalam serangan, di mana Inggris menjadi tim yang paling banyak melewatkan peluang besar dengan total 15 peluang dalam pertandingan terakhir.
Tuchel menekankan pentingnya penguasaan bola dan tidak terburu-buru dalam serangan. Dia mengingatkan bahwa pada 15-20 menit pertama pertandingan, pemain lawan yang tidak terbiasa dengan ketinggian stadion Azteca akan merasa kesulitan. Oleh karena itu, Inggris harus siap menghadapi tekanan awal dari Meksiko yang dikenal agresif.
Sejak mengambil alih posisi pelatih Inggris, Tuchel ingin timnya bermain dengan semangat dan keberanian seperti tim Liga Premier. Dia mengkritik skuad sebelumnya yang dinilai kurang memiliki identitas. Dalam beberapa pertandingan di Piala Dunia, identitas tim Inggris di bawah Tuchel masih belum terlihat jelas. Dia menyadari bahwa timnya perlu lebih sabar dan tidak terburu-buru dalam setiap tindakan di lapangan.
Inggris kini bersiap menghadapi tantangan berat dengan jadwal yang padat, setelah menjalani tujuh penerbangan dalam 12 hari. Meskipun tantangan ini berat, Tuchel menegaskan bahwa dia tidak akan menyerah pada visi permainannya dan tidak akan bergantung sepenuhnya pada Harry Kane untuk meraih kemenangan.
Sumber: The Guardian

