ZONAUTARA.com – Iran telah menggelar prosesi pemakaman untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei setelah tewas dalam serangan udara pada awal perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Prosesi yang berlangsung selama beberapa hari ini dihadiri oleh ribuan orang yang menyerukan penghormatan terakhir kepada Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir empat dekade.
Jenazah Khamenei diarak melintasi sejumlah kota di Iran dan Irak. Prosesi ini diwarnai pengawalan ketat dari pemerintah dan aparat negara yang memastikan keamanan serta ketertiban selama acara berlangsung. Khamenei tewas pada 28 Februari akibat operasi militer gabungan antara AS dan Israel, yang memicu ketegangan diplomatik dan militer di kawasan tersebut.
Pemakaman ini menjadi tes bagi Iran dalam mempertahankan dukungan publik di tengah situasi yang belum stabil. Pemerintahan teokrasi Iran menghadapi tekanan setelah penanganan protes besar-besaran yang berujung kekerasan. Masyarakat mengingat insiden pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini yang diwarnai kerusuhan dan menyebabkan korban jiwa karena kepadatan massa.
Pihak berwenang Iran, dengan gencatan senjata sementara, menggelar prosesi besar ini. Namun, keputusan ini tetap menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan pengaturan massa yang besar. Di sisi lain, putra Khamenei, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang menjadi Pemimpin Tertinggi baru, belum muncul di publik setelah penyerangan yang melukai dirinya.
Jenazah Khamenei akan dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, yang merupakan tempat penting bagi umat Syiah. Imam Reza dihormati sebagai imam kedelapan dalam tradisi Syiah, dan makamnya menjadi tempat ziarah utama dengan pengunjung dari berbagai negara setiap tahun.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

