Kondisi Daya Beli Masyarakat Indonesia Menurun di Pertengahan 2026

Daya beli masyarakat Indonesia menurun di pertengahan 2026 akibat inflasi meningkat dan IKK menurun meski penjualan mobil masih tumbuh.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Masyarakat Indonesia mengalami penurunan daya beli pada paruh pertama tahun 2026 akibat ketidakpastian kondisi global yang mempengaruhi harga. Meski demikian, beberap data menunjukkan angka yang masih relatif baik.

Inflasi pada Juni 2026 tercatat meningkat baik secara bulanan maupun tahunan, menyebabkan indeks keyakinan konsumen (IKK) menurun meski masih di zona optimis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,44% atau meningkat dari Mei 2026 yang hanya 0,28%.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, “Terjadi inflasi sebesar 0,44%.” Inflasi tahunan tercatat 3,34%, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,79%. Sektor transportasi menunjukkan inflasi tertinggi dengan 2,29%.

IKK mengalami penurunan dari awal tahun 2026 ketika mencatat 127, kini berada pada angka 120,9 di Mei 2026, meski tetap di atas ambang batas optimis di angka 100. Ini menandakan masyarakat masih optimis tetapi ada kekhawatiran terkait masa depan perekonomian.

Meski demikian, penjualan mobil masih menunjukkan peningkatan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan pada Mei 2026 meningkat 14% dari tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan yang relatif stabil.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com