Menag Tegaskan Madrasah sebagai Pusat Literasi dan Nalar Kritis

Menag Nasaruddin Umar dorong madrasah jadi pusat literasi dan nalar kritis.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peran madrasah sebagai pusat penguatan budaya literasi serta berpikir kritis, riset, menulis, dan kolaborasi. Menurutnya, seluruh lingkungan madrasah harus mendukung berkembangnya ekosistem literasi.

Pernyataan ini disampaikan Menag pada pembukaan Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) II Tahun 2026, Senin (6/7). “Madrasah harus mampu menjadi rumah literasi. Setiap sudut madrasah perlu menghadirkan ruang membaca, ruang diskusi, ruang riset, dan ruang menulis, hingga ruang kolaborasi digital,” kata Menag.

Nasaruddin menekankan literasi di madrasah harus dimaknai komprehensif. Literasi tidak hanya membiasakan peserta didik membaca buku, namun juga membangun kemampuan memahami informasi, berpikir analitis, dan berkarya.

“Festival Gerakan Literasi Madrasah ini bukan hanya meningkatkan minat membaca di kalangan siswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara kritis,” ujarnya.

Menag menambahkan, keunggulan madrasah adalah integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan akhlak. Dengan arus informasi digital yang deras, peserta didik perlu dibekali kemampuan menyaring informasi kritis dan bertanggung jawab.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com