ZONAUTARA.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan tanggapan terkait usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda setelah kelompok pengusul beraudiensi dengan Komisi I DPRD Jawa Barat baru-baru ini. Erwan menjelaskan bahwa tanggung jawab keputusan sepenuhnya berada di tangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Erwan menyampaikan, “Saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Gubernur, karena memang Pak Gubernur yang punya kebijakan,” ucapnya di Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (7/7). Ia menambahkan bahwa masyarakat seharusnya diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai usulan tersebut.
Menurut Erwan, usulan perubahan nama ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. “Ya, kita berproses saja. Silakan nanti masyarakat menilai sendiri bagaimana tanggapan-tanggapannya, juga nanti ini kan masih proses,” ujarnya. Ia mengajak semua pihak untuk mengikuti proses yang sedang berlangsung tanpa menimbulkan polemik berlebihan.
Wacana perubahan nama ini telah mengundang berbagai reaksi, baik dukungan dari sejumlah tokoh budaya maupun kritik dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pegiat budaya di wilayah Pantura. Kritikan datang dari yang menilai pemerintah harus lebih fokus pada isu ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur.
Ganjar Kurnia, Guru Besar Universitas Padjadjaran sekaligus tim pengkaji pengusul, menegaskan perubahan nama ke Tatar Sunda memiliki nilai historis, sosiologis, kultural, dan psikologis yang penting. Menurutnya, Tatar Sunda dahulu dikenal mulai dari Banten hingga Cipamali di Jawa Tengah, dan perubahan ini dapat menyelamatkan identitas Sunda dari pendekatan administratif yang mulai mendominasi.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

