ZONAUTARA.com – Komisi II DPR mengakui belum mendapatkan izin dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membicarakan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Proses tersebut terhalang karena pimpinan DPR belum memberikan persetujuan terkait pembentukan panitia kerja (Panja) yang diperlukan. Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan hal tersebut setelah menanyakan langsung kepada pimpinan DPR dalam rapat tertutup pada Januari 2026.
Rifqi menjelaskan bahwa pimpinan DPR hanya meminta Komisi II untuk menunggu momen politik yang tepat. Pimpinan DPR saat ini terdiri dari Puan Maharani sebagai Ketua dan empat Wakil Ketua, yaitu Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati. Rifqi menyoal langkah apa yang bisa diambil oleh Komisi II mengingat pentingnya revisi UU Pemilu ini.
“Saya tanya kepada pimpinan DPR, apakah Panja itu berkenan dibentuk saat ini atau kami harus menunggu momentum politik dan momentum legislasi yang kami tentu taat kepada tata tertib dan mekanisme yang ada di DPR?” kata Rifqi dalam sebuah diskusi di kampus UIN Jakarta, Selasa (7/7). Jawaban dari pimpinan DPR adalah ‘tunggu’, sehingga hingga saat ini belum ada instruksi resmi untuk memulai pembahasan.
Sebagai alternatif, Rifqi mengambil inisiatif untuk memulai penyerapan aspirasi terkait RUU Pemilu dari pakar dan praktisi, walaupun dilakukan di luar prosedur formal pembahasan RUU yang resmi. Hasil pertemuan tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk daftar inventarisasi masalah (DIM) yang mencakup 28 poin dan telah didiskusikan di Komisi II meski secara internal.
Menurut Rifqi, DIM tersebut telah diserahkan kepada perwakilan fraksi di Komisi II untuk dilanjutkan ke ketua umum partai masing-masing. Dia menegaskan bahwa persetujuan atau ‘lampu hijau’ dari para ketua umum partai merupakan elemen krusial untuk memulai pembahasan formal. Saat ini, partai-partai politik masih beragam dalam respons mereka terhadap revisi UU Pemilu, dengan beberapa mulai melakukan kajian internal, sementara lainnya belum bergerak.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

