ZONAUTARA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengamati bahwa pergerakan Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina utara Papua Barat menyebabkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun bergerak menjauhi Indonesia, siklon ini turut memicu arus angin kencang di Samudra Pasifik di bagian utara Filipina.
Prakirawan BMKG, Lintang A, dalam siaran prakiraan cuacanya dari Jakarta menjelaskan bahwa sistem ini membentuk fenomena arus angin kencang yang dikenal sebagai ‘low level jet’. Kombinasi ini mendorong pembentukan daerah konvergensi di Laut Filipina utara, Papua Barat, Laut Sulu, serta Laut Halmahera utara yang meningkatkan potensi hujan.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis maupun di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut,” ujar Lintang A. BMKG juga mengingatkan masyarakat di Provinsi Papua Selatan untuk siap menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat.
Sementara itu, BMKG meminta warga di kota-kota besar wilayah barat Indonesia untuk waspada terhadap hujan sedang di Tanjung Selor dan hujan ringan di Medan serta Tanjung Pinang. Secara umum, wilayah barat lainnya diprakirakan berawan hingga berawan tebal.
Kota-kota di wilayah timur seperti Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke juga diproyeksikan akan mengalami hujan ringan. Sementara itu, daerah seperti Denpasar, Mataram, dan sekitarnya diperkirakan berawan sepanjang hari.
Diolah dari laporan Antara.

