Warga Rorotan Keluhkan Dampak Negatif RDF Plant Terhadap Kesehatan

Warga Rorotan keluhkan dampak kesehatan dari pengolahan sampah RDF Plant, terutama kesehatan anak-anak.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Sejumlah warga Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, termasuk Ferry (38), melayangkan protes keras atas keberadaan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan mulai dibangun pada tahun 2024. Protes ini muncul karena berniatannya kesehatan warga yang terdampak bau dari fasilitas ini, terutama anak-anak.

Menurut Ferry, yang anak bungsunya KPS jatuh sakit akibat bau fasilitas tersebut, penyakit ini bukan hanya menimpa anaknya tetapi juga anak-anak lain di sekitar tempat tinggal mereka. Gejala umum yang dialami adalah mata merah, hidung meler, dan batuk terus-menerus. “Marah pasti sebagai orangtua. Sedih juga, marah juga. Kesal, begitu lho. Anak saya sempat terpapar juga. Dari daftar belasan nama anak yang ke puskesmas itu, anak saya juga masuk,” ujar Ferry saat ditemui, Rabu (8/7/2026).

Ferry mencatat bahwa intensitas masalah kesehatan meningkat ketika RDF Plant Rorotan beroperasi maksimal, terutama di bulan Oktober-November 2025. Ia pertama kali menyaksikan putrinya mengalami batuk, iritasi mata, dan hidung meler. Menurut Ferry, bau yang menyengat dan sulit dihindari ini mirip dengan bau sampah bercampur kimia yang bergantung pada arah angin.

Situasi lebih parah terulang di awal 2026, setelah beberapa waktu tidak tercium bau pada bulan sebelumnya. Meskipun Ferry saat ini bekerja di luar kota, tetangganya mengabarkan bahwa bau tersebut masih tercium. “Iya, seperti kalau ada mobil sampah lewat, tapi dengan durasi yang lebih sering dalam satu hari. Tidak menentu karena arah angin,” ungkapnya.

Selain masalah kesehatan, dampak negatif juga dirasakan pada aspek ekonomi dan sosial warga. Banyak warga mengontrak rumah yang akhirnya pindah karena kondisi lingkungan, ditambah dengan turunnya nilai jual rumah di kawasan tersebut. “Iya betul, harga rumah turun. Bahkan banyak yang ngontrak juga pindah. Banyak juga yang dijual sekarang, tapi enggak laku-laku,” tambah Ferry.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com