ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengubah arah pengembangan Bandara BIJB Kertajati menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional. Keputusan ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengumumkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT BIJB Kertajati telah dilakukan di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.
Inisiatif ini merupakan bagian dari agenda prioritas yang ditetapkan sejak pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. AHY menyatakan, “Salah satu yang menjadi agenda prioritas di awal terbentuknya Kemenko ini adalah bagaimana kita bisa menghadirkan solusi yang baik untuk Kertajati.” Pemerintah bertujuan tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas penerbangan, tetapi juga membangun ekosistem industri kedirgantaraan baik untuk kepentingan sipil maupun militer.
Kementerian juga telah menggagas beberapa skema pengembangan Kertajati, termasuk kerja sama BIJB dengan GMF untuk fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO). Presiden Prabowo Subianto mendukung pengembangan kawasan tersebut agar tidak hanya berfungsi sebagai bandara internasional. “Kami juga membicarakan bagaimana kemudian menghadirkan sebuah transformasi Kertajati bukan hanya sekali lagi menghidupkan bandaranya, tapi juga membangun sebuah ekosistem kedirgantaraan termasuk untuk kepentingan sipil dan militer,” ujar AHY.
Kawasan ini diharapkan dapat menangkap peluang pasar aviasi Asia Pasifik yang diperkirakan membutuhkan lebih dari 19 ribu pesawat baru hingga 2044, dengan pertumbuhan pasar di atas 5 persen per tahun. Oleh karena itu, AHY menyebut strategi ganda diterapkan, dengan mempertahankan Bandung sebagai pusat inovasi PTDI sementara Kertajati akan menjadi pusat operasional industri.
Untuk mendukung pengembangan ini, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa aktivitas pengujian penerbangan akan dipindahkan ke Kertajati mulai Agustus 2026. “Pertama kali akan kita manfaatkan adalah untuk semua flight test akan kami pindahkan ke Kertajati,” kata Gita. Pemindahan ini disebabkan fasilitas di Bandung tidak lagi memadai untuk pengujian pesawat baru. Selain itu, Gita menambahkan bahwa pengembangan fasilitas MRO di Kertajati akan dilanjutkan sebagai bagian dari penguatan posisi Kertajati dalam industri kedirgantaraan nasional.
Diolah dari laporan Tirto.id.

