Bahlil Lahadalia Ingatkan Cukong Tanah di Proyek Gas Masela

Bahlil Lahadalia memperingatkan tentang fenomena cukong tanah di proyek Gas Masela dan meminta pembeda perlakuan lahan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya fenomena munculnya spekulan atau “cukong” tanah di kawasan proyek Lapangan Gas Abadi, Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oleh karena itu, Bahlil meminta kepada SKK Migas untuk membedakan perlakuan terhadap pemilik lahan asli dengan pihak-pihak yang baru membeli lahan setelah proyek mulai berjalan.

Bahlil menjelaskan adanya tiga kategori kepemilikan lahan di wilayah proyek Blok Masela. “Saya tahu di sini ada abuleke (istilah lokal untuk spekulan/cukong). Saya membagi tiga klasifikasi. Yang pertama adalah betul lahan yang punya masyarakat yang secara turun-temurun dia punya. Itu pertama. Yang kedua adalah lahan masyarakat yang mungkin pada saat dulu dia punya cucu, dia punya anak mau kuliah, butuh uang, terus dia jual ke masyarakat setempat. Yang ketiga adalah masyarakat yang sudah jual kepada orang di saat proyek ini baru mau jalan,” jelasnya saat ditemui usai acara groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Bahlil menekankan kepada SKK Migas perlunya membedakan perlakuan berdasarkan klasifikasi lahan tersebut. “Saya sudah meminta kepada SKK Migas perlakuannya harus beda. Itu yang kau maksudkan kan? Jadi tidak boleh kita menjual hak kesulungan kepada orang yang punya bukan hak kesulungan. Ya itu sudah, filosofi banget itu,” tegas Bahlil.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diresmikan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto dari Istana Negara di Jakarta. Sementara itu, sejumlah pejabat termasuk Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, hadir langsung di lokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Inpex merupakan operator dan juga pemilik hak partisipasi mayoritas di Blok Masela ini, yakni sebesar 65%.

Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya terkait dimulainya proyek yang sudah ditunggu selama hampir tiga dekade. Dia menekankan pentingnya proyek ini bagi pembangunan nasional dan menyebut investasi yang terlibat mencapai US$ 20,9 miliar, yang diharapkan akan membantu meningkatkan pembangunan di Indonesia.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com