ZONAUTARA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/5/2026) ditutup menguat 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21, didorong oleh penguatan di seluruh sektor saham. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga naik sebesar 8,68 poin atau 1,45 persen ke posisi 608,58.
“Kenaikan indeks potensi dibatasi efek dari harga minyak dunia yang kembali bergejolak, dan saat ini sudah tembus di atas 80 dolar AS per barel dampak kembalinya tensi panas antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, di Jakarta.
Dari dalam negeri, Nico mencatat bahwa penguatan IHSG didukung oleh persiapan langkah-langkah fiskal dan pasar dari pemerintah untuk mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang berfluktuasi dan meningkatnya biaya industri. Keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia juga memberikan sentimen positif.
Nico menambahkan, “Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia tentunya kembali membebani APBN sehingga dikhawatirkan akan melemparkan defisit fiskal.” Sementara itu, ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, menjadi perhatian investor global.
IHSG sempat dibuka menguat dan tetap stabil di zona positif sepanjang sesi perdagangan. Pada akhir perdagangan, semua sebelas sektor yang terdaftar di Indeks Sektoral IDX-IC mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor teknologi yang naik 1,94 persen, diikuti sektor barang baku (1,57 persen) dan sektor properti (1,31 persen). Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain KBLV, CTTH, RONY, AGAR, dan MLPT, sedangkan yang mengalami pelemahan terbesar adalah BAPA, DATA, ATAP, LUCY, dan GDST.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.274.000 kali transaksi dengan volume 26,59 miliar lembar saham senilai Rp13,33 triliun. Sebanyak 385 saham mengalami kenaikan, 254 saham menurun, dan 326 saham stagnan. Di tingkat regional, indeks Nikkei turun 2,63 persen, sedangkan indeks Shanghai dan Hang Seng masing-masing naik 1,85 persen dan 1,33 persen.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

