ZONAUTARA.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Jumat mengumumkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat yang terletak di Oman, Suriah, dan Yordania. Serangan ini mencakup penghancuran radar pemantau maritim milik AS di wilayah Salamah dan Pulau Ghanam, Oman, dalam gelombang ke-13 Operasi Nasr-2.
Menurut pernyataan IRGC, pasukan Iran juga berhasil melancarkan serangan terhadap pusat komando operasi khusus AS di daerah At Tanf, barat daya Suriah. Serangan tersebut merusak sistem radar AS, beberapa helikopter operasi khusus, dan mengakibatkan korban di kalangan personel militer AS.
Serangan ini diklaim sebagai tanggapan terhadap serangan udara AS di dekat Kota Iranshahr, wilayah tenggara Iran, yang menewaskan sedikitnya tujuh personel Iran, termasuk prajurit karier dan wajib militer. Sebagai balasan, Iran juga melancarkan serangan rudal balistik dan penggunaan drone terhadap pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur AS di Yordania.
Sebelumnya, pada pertengahan Juni, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer. Namun, pada 8 Juli, pasukan AS kembali melakukan serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut adalah respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian menanggapi dengan serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah.
Kesepakatan damai tampaknya belum memberikan dampak nyata, mengingat situasi yang terus memanas di kawasan tersebut akibat serangan balasan yang dilakukan kedua belah pihak.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

