ZONAUTARA.com – Pertandingan tempat ketiga Piala Dunia antara Prancis dan Inggris akan berlangsung di Miami pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat. Meskipun dikenal sebagai ‘final perunggu’, pertandingan ini sering kali dianggap sebagai laga yang tidak diinginkan oleh tim-tim yang berpartisipasi. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1934, ketika Jerman mengalahkan Austria 3-2 di tengah geopolitik yang suram, pertandingan ini telah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia.
Seiring berjalannya waktu, laga ini menjadi lebih meriah, dengan Brasil mengalahkan Swedia 4-2 pada tahun 1938 dan Prancis mengalahkan Jerman Barat 6-3 dua dekade kemudian. Pada pertandingan tersebut, Just Fontaine mencetak empat gol, sebuah prestasi yang kemudian diikuti oleh Thomas MĂĽller, Davor Ĺ uker, dan Toto Schillaci yang juga memanfaatkan laga ini untuk menambah koleksi gol mereka dalam perebutan Sepatu Emas.
Dengan Inggris yang saat ini dalam kondisi kurang optimal, Kylian Mbappé mungkin akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyalip Lionel Messi dalam pencapaian pribadi. Meskipun pertandingan ini seringkali terasa melelahkan dan tidak menarik, rata-rata gol per pertandingan justru lebih tinggi dibandingkan final, dan tidak pernah ada adu penalti dalam laga ini.
Namun, apakah hasilnya benar-benar penting? Ini tergantung dari sudut pandang masing-masing. Pada tahun 1982, Prancis kalah dalam semi-final yang legendaris melawan Jerman Barat, dan hanya dua hari kemudian mereka tampil kurang bersemangat melawan Polandia. “Hati kami berada di tempat lain,” kenang Alain Giresse. Di sisi lain, kemenangan Polandia 3-2 dalam laga tersebut berarti mereka mencatatkan prestasi terbaik sepanjang sejarah mereka.
Tim-tim lain seperti Austria, Chili, Portugal, Turki, dan Belgia juga meraih prestasi terbaik mereka melalui pertandingan ini. Pada 2018, Belgia mengalahkan Inggris 2-0 untuk merebut tempat ketiga dan mendapatkan sambutan hangat saat kembali ke rumah. Meskipun tidak ada pemain atau tim yang benar-benar menikmati pertandingan ini, Inggris tampaknya lebih tidak menyukainya dibandingkan tim lainnya, dengan dua penampilan sebelumnya berakhir dengan kekalahan.
Jika Inggris dapat tampil lebih baik dibandingkan penampilan mereka sebelumnya, maka prestasi terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1966 mungkin bisa terwujud. Thomas Tuchel, pelatih Inggris, menyatakan bahwa tidak ada pemain dari kedua tim yang ingin memainkan pertandingan ini. Meskipun demikian, kemenangan setidaknya akan memberikan sedikit ruang bernapas bagi Tuchel dan medali perunggu yang bisa dipamerkan.
Namun, jawaban singkatnya adalah tidak. Meski hanya tersisa dua pertandingan dalam ‘buffet’ sepakbola musim panas ini, kami tetap akan menontonnya. Saksikan langsung pembaruan menit demi menit dari pertandingan Prancis vs Inggris pukul 22.00 BST (17.00 EST).
Ibrahima Konaté mengungkapkan, “Tidak ada dari kami yang ingin bermain untuk tempat ketiga ini, tetapi kami tidak punya pilihan. Kami ingin membalas budi kepada pelatih kami. Dia telah melakukan banyak untuk tim Prancis. Kami harus berterima kasih padanya dan melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan ini … untuk mendapatkan medali perunggu ini.”
Sumber: The Guardian

