Kehadiran Kapal China di Dekat Taiwan Meningkat Tajam

Kapal pemerintah China di dekat Taiwan meningkat, menimbulkan kekhawatiran pengujian skenario pemutusan jalur strategis di Pasifik.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Aktivitas kapal pemerintah China di sekitar Taiwan meningkat tajam pada Juni 2026, menimbulkan kekhawatiran di Taipei bahwa Beijing mungkin sedang menguji skenario pemutusan jalur pasokan strategis Taiwan dari sekutunya di kawasan Pasifik. Data dari Penjaga Pantai Taiwan mencatat 55 kapal China terdeteksi beroperasi di sekitar pulau tersebut pada Juni, meningkat drastis dari 30 kapal pada Mei dan 25 kapal pada periode yang sama tahun lalu.

“Jika situasinya meningkat menjadi blokade, atau yang sudah setara dengan perang semu, kami memiliki rencana untuk bekerja sama dengan angkatan laut untuk bersama-sama melindungi jalur laut vital Taiwan,” kata seorang pejabat senior Penjaga Pantai Taiwan yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters, Senin (20/7/2027).

Peningkatan ini setara dengan kenaikan sekitar 83% dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 120% secara tahunan. Pejabat Taiwan mengungkapkan bahwa Beijing lebih sering menggunakan kapal penjaga pantai untuk memperkuat klaim teritorial melalui strategi yang disebut sebagai “lawfare” atau perang hukum.

Menurut pemerintah Taiwan, beberapa kapal penjaga pantai China adalah bekas kapal perusak angkatan laut yang telah dimodifikasi. Kapal-kapal tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dan kemampuan militer yang lebih kuat dibandingkan armada penjaga pantai Taiwan. Pejabat Taiwan mengatakan kapal penjaga pantai China sering beroperasi secara berpasangan di luar zona ekonomi eksklusif Taiwan di Samudra Pasifik, memberikan tekanan besar pada kemampuan penjaga pantai Taiwan.

Pejabat senior Taiwan lainnya menyebut aktivitas Beijing sebagai bentuk “ekspansi” yang bertujuan mengubah status quo di kawasan. Beijing menegaskan Taiwan adalah bagian dari China, namun Taipei menolak klaim tersebut dan menyatakan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau itu. Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan China maupun Kantor Urusan Taiwan belum memberikan tanggapan terkait situasi ini.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com