ZONAUTARA.com – Penerbitan obligasi infrastruktur hijau dengan tenor 20 tahun oleh Singapura mendapatkan respons positif dari investor. Permintaan untuk surat utang tersebut mencapai 1,83 kali dari jumlah yang ditawarkan kepada investor institusional. Obligasi ini diterbitkan melalui Kerangka Obligasi Hijau Singapura dan menjadi bagian dari seri kedelapan obligasi hijau pemerintah.
Manajer portofolio senior Aberdeen, Jerome Tay, menyatakan bahwa tingginya permintaan menunjukkan kepercayaan investor terhadap pemerintah Singapura dan ekonominya. ‘Permintaan pada penjualan obligasi hijau 20 tahun ini mencerminkan kepercayaan investor pada pemerintah Singapura dan ekonominya. Selain itu menunjukkan kepercayaan pada kemampuan menarik aliran modal yang aman,’ ujarnya.
Obligasi yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2046 ini akan menggantikan obligasi acuan 20 tahun hingga Maret 2046. Imbal hasil yang ditawarkan dari obligasi tersebut mencapai 2,4%, dan nilai penawaran mencapai maksimum S$2,6 miliar, sesuai dengan panduan dari Otoritas Moneter Singapura (MAS).
Menurut para analis, obligasi pemerintah jangka panjang menarik perhatian investor jangka panjang karena jenis ini relatif langka dan tidak terlalu likuid di pasar sekunder. Untuk pertama kalinya, penetapan harga obligasi hijau 20 tahun akan dilakukan melalui sindikasi, mengikuti model penerbitan obligasi hijau 30 tahun dan 50 tahun sebelumnya.
Pemerintah Singapura sebelumnya telah menerbitkan obligasi hijau 50 tahun dengan total nilai S$7,7 miliar dan obligasi 30 tahun dengan nilai total S$5,8 miliar. Kebanyakan penawaran akan dihargai melalui sistem lelang yang mengikuti kalender ketat sebagaimana penerbitan SGS konvensional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

