ZONAUTARA.com – Fokus nasional hari ini tertuju pada upaya Badan Gizi Nasional dalam menangani krisis stunting melalui pembangunan dapur makan bergizi di daerah terdampak dan peluncuran pusat aduan guna meningkatkan transparansi. Selain itu, peluncuran SUV baru oleh Jetour di GIIAS 2026 menandai kemajuan teknologi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Perhatian pembaca juga tertuju pada kasus penculikan balita di Makassar yang mengindikasikan tren kriminalitas baru melalui arisan online.
BGN Kembangkan Dapur Makan Bergizi
Menurut laporan Antara, Badan Gizi Nasional (BGN) memfokuskan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan tingkat stunting tinggi. Kepala BGN Sudaryono menyatakan, program ini bertujuan mengatasi kekurangan kalori dan protein yang dialami 40 persen penduduk di kuintil ekonomi paling bawah.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Jetour T2 i-DM Hadir di Indonesia
Dari CNBC Indonesia, PT Jetour Motor Indonesia meluncurkan T2 i-DM, SUV plug-in hybrid electric vehicle, di GIIAS 2026. Mobil ini menawarkan teknologi Intelligent Dual Mode, menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, memberikan fleksibilitas penggunaan harian dan petualangan.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Penculikan Balita Diduga untuk Arisan Online
CNN Indonesia memberitakan polisi di Makassar menangkap tiga pelaku penculikan balita, yang diduga digunakan sebagai jaminan arisan online. Kasus ini mengekspos tren kriminalitas baru dan menyisakan pertanyaan akan keamanan transaksi online.
Baca selengkapnya di CNN Indonesia – Nasional →
BGN Atur Pertemuan Pejabat dan Mitra
CNBC Indonesia melaporkan, Kepala BGN Sudaryono meresmikan aturan baru yang membatasi pertemuan antara pejabat BGN dan pihak berkepentingan. Langkah ini diambil untuk mencegah korupsi dan kongkalikong, serta memastikan transparansi dalam operasional BGN.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Pengawasan terhadap implementasi program BGN dan keamanan transaksi online menjadi langkah konkret berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pihak berwenang.

