ZONAUTARA.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan optimalisasi seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Jakarta untuk mengolah sampah sebelum dikirim ke TPST Bantargebang. Mulai 1 Agustus 2026, diharapkan hanya sampah residu yang akan dibuang ke Bantargebang.
Pramono menjelaskan, perubahan mendasar dalam pengelolaan sampah di Jakarta terjadi setelah terbit Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026. Sebelumnya, pengelolaan sampah mengandalkan pola ‘angkut-buang’, namun kini berganti menjadi ‘pilah-angkut-olah’. “Kalau dulu angkut-buang, sekarang menjadi pilah-angkut-olah,” kata Pramono di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Contoh penerapan sistem baru ini terlihat di TPS 3R Menteng Atas, yang kini mengolah sampah rumah tangga serta dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) menjadi bahan bakar alternatif atau RDF. Pramono menyebut bahwa Bantargebang nantinya tidak lagi bergantung pada pembuangan terbuka, dengan upaya meminimalisir pengiriman sampah selain residu. “Yang dibuang ke Bantargebang yang paling utama adalah residunya,” ujarnya.
Menurut Pramono, TPS 3R Menteng Atas memiliki kapasitas hingga 150 ton per hari, namun saat ini hanya beroperasi satu sif dengan kapasitas 30 ton. Dia menginstruksikan agar operasional ditingkatkan menjadi minimal dua sif. “Saya sudah meminta untuk jangan hanya bekerja satu sif. Dikoordinasikan untuk bisa bekerja dua sif minimum, kalau tiga sif akan menjadi lebih baik,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 31 titik TPS 3R di Jakarta, meski belum semuanya beroperasi optimal. “Untuk TPS 3R di 2026 ini ada yang tercatat kita kurang lebih hampir 31 titik. Nah, 31 titik ini memang belum optimal semua bekerjanya,” ujar Dudi. Pemerintah Provinsi DKI berfokus pada peningkatan kapasitas fasilitas yang ada ketimbang menambah TPS 3R baru.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

