ZONAUTARA.com – Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino menyebabkan peningkatan jumlah nyamuk di Tasikmalaya, memicu kekhawatiran warga terhadap demam berdarah dengue (DBD) dan mendorong mereka memborong obat nyamuk.
Toto Sontani, warga Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, mengeluhkan serangan nyamuk yang meningkat sejak awal bulan April. “Serangan nyamuk dalam jumlah besar ini terjadi awal bulan April dan sekarang untuk pemakaian berbagai obat nyamuk kertas bakar dan obat nyamuk bakar sebagian habis digunakan. Kebutuhan obat nyamuk tersebut, sangat penting antisipasi serangan nyamuk,” ujar Toto, Kamis (30/7/2026).
Toto menambahkan bahwa lingkungan yang bersih sangat penting dan ia secara rutin membersihkan rumah sekaligus membasmi nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk berbagai merek dengan harga berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp35 ribu.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem akibat El Nino mengakibatkan udara semakin panas dan mendukung perkembangbiakan nyamuk secara masif. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan metode 3M untuk membasmi jentik nyamuk agar mencegah DBD.
“Kami selalu memakai obat nyamuk semprot dan mengimbau agar masyarakat selalu waspada, jangan lengah, selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga pola hidup bersih,” pungkas Diky.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

