ZONAUTARA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan tim gabungan dari sejumlah unsur keselamatan pelayaran untuk mengevakuasi penumpang dan awak KM Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran di perairan Laut Jawa pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kapal yang menempuh rute Surabaya-Makassar ini mengalami insiden kebakaran sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, dengan lokasi kejadian tercatat pada titik koordinat 06°30’64” LS dan 114°00’19” BT, yaitu di sekitar perairan Kabupaten Sumenep.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan bahwa informasi mengenai insiden tersebut diterima pada sekitar pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas serta instansi terkait. Untuk tahap awal, Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan kapal kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dan bekerja sama dengan Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Kapal patroli KN Grantin P.211 telah dikerahkan menuju lokasi kejadian, di samping persiapan Kapal Negara (KN) Masalembo yang dibutuhkan oleh Distrik Navigasi untuk memperkuat operasi penyelamatan. Salah satu kapal yang pertama kali menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena sedang mengangkut muatan berbahaya, kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi. Proses evakuasi kemudian dibantu oleh sejumlah kapal lain seperti TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengungkapkan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam insiden ini. “Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Masyhud dalam keterangan resmi. Hingga kini, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal tersebut.
Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kemenhub akan memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah semua data selesai diverifikasi. Masyhud menegaskan, “Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.” Sementara itu, Kemenhub bersama instansi terkait telah menyiapkan posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.
Diolah dari laporan Tirto.id.

