ZONAUTARA.com – Pada Jumat pagi, suasana panik menyebar di sebuah sekolah ternama di dekat Bangkok, ketika seorang siswa berusia 14 tahun melakukan penembakan di dalam sekolah. Sejumlah siswa tampak berlarian keluar dari sekolah tersebut.
“Saya berdiri di depan guru ketika dia ditembak,” ungkap seorang siswi kelas tujuh yang tampak terkejut kepada BBC di dekat gerbang Sekolah Debsirin di Nonthaburi. “Dia sedang berbicara kepada saya ketika [pelaku] muncul.” Dengan seragam sekolahnya, ditemani sang ibu, dia menceritakan bagaimana pelaku bergerak dari ruang ke ruang lain.
Menurut otoritas, pelaku menembak mati lima guru dan melukai lebih dari 30 orang, termasuk sesama murid, sebelum mengarahkan senjata tersebut pada dirinya sendiri. Sebelumnya, dia juga dikabarkan menembak kakek-neneknya.
Seorang murid berusia 18 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa awalnya dia mengira suara letusan itu adalah petasan. “Saya tidak langsung berpikir itu senjata api. Ada banyak tembakan: bang bang bang. Lalu terdiam. Kemudian dimulai lagi,” ujarnya.
Sementara itu, paramedis dengan cepat membawa korban luka ke rumah sakit. Kerumunan orang yang cemas terlihat berpelukan dan menangis di dekat gerbang sekolah.
Penyelidik menduga senjata yang digunakan pelaku adalah milik kakeknya yang merupakan seorang guru. Meskipun penyidikan masih awal, beberapa pihak mengatakan pelaku dikenal sebagai siswa yang baik dan mendapatkan nilai bagus, serta gemar bermain game.
Sejumlah pihak kini memperbarui seruan guna pengetatan pengawasan senjata di Thailand, di mana tingkat kepemilikan senjata api cukup tinggi. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebelumnya telah memperketat regulasi dengan menangguhkan izin baru, namun tindak kekerasan dengan senjata api tetap tinggi.
Diolah dari laporan BBC News.

