ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan moda transportasi laut guna mendistribusikan bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk ke Pulau Palue yang menjadi wilayah terluar. Gempa bumi bermagnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8), menyebabkan lebih dari 2.000 bangunan rusak di Kabupaten Manggarai, NTT.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan pada Minggu, bahwa kapal digunakan untuk memastikan bantuan mencapai daerah-daerah terisolasi secara cepat. “Distribusi bantuan ke Pulau Palue di Kabupaten Sikka kami lakukan melalui jalur laut dengan kapal. Langkah ini menjadi solusi percepatan untuk menembus wilayah kepulauan yang memiliki kendala aksesibilitas darat pascabencana,” ujarnya.
Strategi BNPB melibatkan interkoneksi transportasi darat, laut, dan udara untuk menjangkau seluruh titik pengungsian di NTT. Bantuan yang dikirim termasuk 146 unit tenda keluarga, 5 unit tenda pengungsi, 200 kasur lipat, 700 selimut, dan 400 tikar yang telah disalurkan ke Kabupaten Sikka.
Selain itu, BNPB juga menyediakan 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 100 paket hygiene kit, 5 unit tangki air, 10 unit genset, serta perangkat penerangan. Kepala BNPB Suharyanto menekankan bahwa pengaktifan posko darurat dan optimalisasi jalur distribusi adalah prioritas utama agar pelayanan merata sampai ke pulau-pulau kecil.
Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan. BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana memantau kebutuhan masyarakat dan memastikan logistik serta peralatan dimobilisasi cepat selama masa tanggap darurat di wilayah terdampak.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

