ZONAUTARA.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendesak pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera mempercepat pendataan dampak gempa yang melanda wilayah tersebut. Tito menekankan bahwa kecepatan dalam pendataan akan mempengaruhi percepatan bantuan dari pemerintah, khususnya bagi rumah warga yang mengalami kerusakan.
Tito Karnavian menyatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dapat disalurkan setelah data kerusakan diverifikasi dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat. “Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Tito dalam keterangannya pada Senin (17/8/2026).
Pernyataan ini disampaikan setelah kunjungan Tito meninjau kerusakan di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Dia mengimbau Pemda untuk menggerakkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan segera bisa diselesaikan. Mengenai bantuan, pemerintah menawarkan dana sebesar Rp15 juta sampai Rp70 juta berdasarkan tingkat kerusakan rumah, dari ringan hingga berat.
Tito juga mengungkapkan bahwa hasil dari peninjauan lapangan tersebut akan dibawa ke rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Menurutnya, wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara mengalami dampak terparah akibat gempa dengan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, sehingga prioritas bantuan diarahkan ke wilayah tersebut. “Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini,” ucapnya.
Kehadiran Tito Karnavian di Kabupaten Manggarai Timur juga untuk memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini merefleksikan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto guna meninjau lokasi terdampak gempa dan mengedepankan penanganan bencana di NTT sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

