ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengancam wilayah Sulawesi Selatan di tengah kondisi kemarau ekstrem yang memicu kenaikan suhu udara. Dalam rentang sebulan terakhir, puluhan titik api terpantau telah melahap puluhan rumah dan ratusan hektare lahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel memperingatkan masyarakat bahwa satu puntung rokok atau tumpukan sampah yang dibakar sembarangan bisa memicu bencana besar. Stasiun Meteorologi BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini akan kenaikan suhu ekstrem. Dampak dari kondisi ini mulai terlihat nyata dengan lahan-lahan kering yang bisa terbakar dengan percikan kecil.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebut situasi ini sebagai bom waktu ekologis. “Lahan kita seperti tinderbox. Api menyebar sangat cepat, dan jika ada aktivitas pembakaran terbuka, dampaknya bisa meluas tanpa kendali,” ujarnya di kantor BPBD, Rabu (19/8).
Sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, BPBD mencatat sejumlah kejadian kebakaran signifikan, seperti di Gunung Nona, Enrekang di mana 10 hektare lahan hangus dan Makassar yang mengalami 31 peristiwa kebakaran dalam 12 hari pertama Agustus, menghanguskan 47 rumah.
Amson menekankan pentingnya masyarakat menghindari membuang puntung rokok sembarangan. “Kami tidak main-main. Di musim kemarau seperti ini, sebatang rokok yang dibuang sembarangan bisa membakar seluruh kawasan. Ini bukan sekadar imbauan, ini adalah peringatan darurat,” tegasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulsel mengakui bahwa penanganan teknis di lapangan menjadi tantangan besar dan menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengurangi risiko bencana ini.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

