Puncak HIM 2026: Yulius Selvanus ajak pelajar Sulut tanamkan kedisiplinan finansial sejak dini

Febri Kodongan
Penulis: Febri Kodongan
Editor: Redaktur
Gubernusr Sulut saat hadir dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Manado. (Foto: Dok. Diskominfo Sulut)

ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memacu penguatan literasi dan inklusi keuangan digital bagi generasi muda.

Lewat Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Manado, Kamis (20/8/2026), Pemprov Sulut mendorong transformasi kebiasaan finansial pelajar dari sekadar memiliki rekening menjadi pengguna keuangan yang cerdas dan kritis.

​Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa penanaman budaya menabung sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter generasi penerus di Bumi Nyiur Melambai.

​”Menabung bukan sekadar menyisihkan sisa uang, melainkan latihan pembentukan karakter belajar membedakan kebutuhan primer dan keinginan impulsif, melatih kedisiplinan, serta menunda kesenangan sesaat demi masa depan yang lebih kokoh,” ujar Yulius dalam sambutannya.

​Kegiatan yang digagas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, Bank Indonesia, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ini bertujuan memperluas jangkauan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) secara berkelanjutan.




​Yulius menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang mencatat inklusi keuangan pelajar telah menembus 92,76 persen, namun tingkat literasi keuangannya baru menyentuh 62,72 persen.

​Kesenjangan angka tersebut menjadi dasar pelaksanaan rangkaian edukasi finansial dan kompetisi literasi keuangan antar-pelajar/mahasiswa se-Sulut. Pemerintah bertekad menutup celah tersebut agar kepemilikan rekening diimbangi dengan pemahaman manajemen risiko dan perencanaan masa depan.

​”Memiliki rekening hanyalah pintu masuk. Tujuan utama kita adalah membentuk generasi yang cakap menyusun perencanaan keuangan, peka terhadap risiko finansial, dan bijak memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

​Pencapaian konkret di Sulut tercatat cukup signifikan, di mana OJK melaporkan sebanyak 119 kegiatan edukasi telah menjangkau lebih dari 90 ribu peserta di 12 kabupaten/kota. Selain itu, berhasil dibuka 41 ribu rekening pelajar baru dengan total akumulasi tabungan mencapai Rp 18,38 miliar.

​Guna memastikan keberlanjutan gerakan literasi keuangan di seluruh penjuru daerah, Pemprov Sulut merumuskan empat arah kebijakan strategis:

  • ​Inklusi Sejak Dini: Mengoptimalkan program KEJAR di seluruh jenjang sekolah melalui habituasi menabung yang terukur.
  • ​Literasi Keuangan Produktif: Memperluas edukasi ke sektor pembiayaan UMKM, lembaga keuangan mikro, asuransi, hingga investasi aman di pasar modal.
  • ​Kecakapan Keuangan Digital: Mendorong akselerasi transaksi digital seperti QRIS yang diselaraskan dengan pemahaman keamanan siber dan perlindungan data pribadi.
  • ​Pelindungan Konsumen: Memastikan keterbukaan informasi, kemudahan saluran pengaduan, dan jaminan keamanan dari lembaga keuangan yang resmi terdaftar di OJK.

​Gubernur mengimbau seluruh pemangku kepentingan mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga industri jasa keuangan—untuk menjaga komitmen ini secara merata hingga ke wilayah pesisir dan kepulauan.

​”Mari kita jadikan momentum ini untuk bergerak dari sekadar tahu menjadi mampu, dan dari sekadar menabung menjadi pandai merencanakan masa depan. Jangan ada anak Sulawesi Utara yang tertinggal dalam memperoleh pengetahuan dan akses keuangan yang aman menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com