ZONAUTARA.com – Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengimbau pemerintah untuk memperkuat peran Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Menurutnya, karhutla gambut hampir selalu terjadi setiap tahun dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.
“Kami mengapresiasi pemerintah telah berupaya serius melakukan pemadaman. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mengerahkan semua sumber daya dan segala cara yang ada untuk membantu masyarakat di Kalimantan,” ujar Sultan dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).
Sultan menekankan bahwa karhutla berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama kualitas udara. DPD RI memberikan perhatian khusus pada masalah ini karena laporan menunjukkan banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kami mendapatkan informasi bahwa sudah banyak daerah warga masyarakat yang mengalami ISPA. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap Sultan. Ia menekankan perlunya agenda nasional untuk restorasi ekosistem gambut secara intensif dan mendorong penguatan peran BRG melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
Diketahui, karhutla yang terjadi saat ini di Kalimantan Barat menyisakan 3.759 titik panas, dengan Kabupaten Ketapang sebagai daerah dengan sebaran hotspot terbanyak. Di sisi lain, kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencapai tingkat sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 290,2 µg/m³ dan 132 kasus ISPA tercatat.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

