ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus berlanjut di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Dampak dari kebakaran ini terasa hingga Sarawak, Malaysia, yang menyebabkan penutupan sekolah-sekolah untuk melindungi murid-murid dari kabut asap.
Di Kalimantan Barat, pihak berwenang berhasil menangani 13 hektare lahan yang terkena karhutla melalui metode seperti water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Sementara itu, lahan yang berhasil dikelola secara darat jumlahnya mencapai 104,8 hektare. Kementerian Kehutanan telah memberikan sanksi terhadap empat perusahaan, yakni PT WEL, PT FI, PT MPK, dan PT WSP terkait insiden ini.
Kalimantan Timur juga mengalami serangkaian kebakaran dengan total 430 kejadian yang mempengaruhi area seluas 1.260,92 hektare. Sebagian besar lahan yang terbakar adalah milik perusahaan. Diikuti oleh Kukar sebagai wilayah terluas yang terkena karhutla di provinsi ini. Sanksi telah dijatuhkan kepada PT PSR terkait kejadian ini.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, ada 25 titik api yang sedang ditangani dengan operasi water bombing dan manajemen cuaca. Hingga Minggu, petugas berhasil menangani 55,63 hektare lahan yang terbakar. Kemenhut sudah menjatuhkan sanksi kepada PT NES terkait bencana ini.
Kebakaran juga terjadi di Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Papua Tengah dengan berbagai langkah penanganan sedang dilaksanakan. Di Riau, Kota Batam, terjadi kebakaran di Kecamatan Sagulung dengan sekitar 35 hektare lahan terbakar. Di Papua Tengah, kondisi cuaca panas memicu kebakaran yang menyebar di tujuh distrik dengan total lahan terbakar mencapai 396,13 hektare.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

