ZONAUTARA.com – Persoalan korban tragedi Drag Race Upai belum berhenti pada santunan. Di tengah luka dan trauma akibat kecelakaan maut tersebut, keluarga Rina Longkun kini harus menghadapi persoalan lain yang tak kalah berat, tagihan pengobatan mencapai Rp121.792.047.
‎
‎Rina Longkun, warga Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), merupakan salah satu korban kecelakaan maut Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada 9 Agustus 2026.
‎
‎Akibat kecelakaan tersebut, Rina mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Kandou Manado.
‎
‎Rina tercatat sebagai pasien rawat inap sejak 10 Agustus 2026. Hingga 21 Agustus 2026, berbagai tindakan medis, pemeriksaan, obat-obatan hingga kebutuhan perawatan terus diberikan.
‎
‎Namun, di balik upaya menyelamatkan nyawanya, muncul persoalan besar yang kini menghimpit keluarganya, yaitu biaya perawatan yang terus membengkak.
‎
‎Dari total tagihan tersebut, biaya tindakan medis menjadi komponen terbesar, yakni mencapai Rp89.355.000. Biaya tersebut antara lain mencakup tindakan bedah, debridement dan penjahitan luka, hingga operasi pemasangan implan tulang yang dilakukan pada 13 Agustus 2026.
‎
‎Rina juga harus menjalani berbagai pemeriksaan dan perawatan lanjutan. Untuk pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, rontgen dan CT scan, biaya yang tercatat mencapai sekitar Rp6,3 juta.
‎
‎Sementara itu, biaya obat-obatan, alat kesehatan, implan dan bahan medis habis pakai mencapai Rp22.096.047. Sedangkan biaya akomodasi dan pelayanan ruangan tercatat sekitar Rp4 juta.
‎
‎Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, total tagihan perawatan Rina mencapai Rp121.792.047.
‎
‎Keluhan tersebut sempat disampaikan oleh Murdani, suami dari Risna Longkun, saat keluarga Tian Ngantung datang memberikan uang santunan di rumahnya.
‎
‎”Sudah berapa hari ini saya belum bisa keluar, karena menjaga anak saya,” ujar Murdani saat keluarga Tian Ngantung memberikan santunan di rumahnya, (21/8/2026) lalu.
‎
‎Kini, orang yang selama ini menjadi harapan untuk menitipkan anaknya justru terbaring di rumah sakit dan membutuhkan biaya pengobatan dalam jumlah besar.
‎
‎Hal yang sama juga disampaikan oleh Risandi Mokoginta, anak dari Rina Longkun.
‎
‎”Mama saya sudah 3 hari belum mendapat kejelasan terkait biaya administrasi agar segera pulang,” ujar Risandi saat dikonfirmasi melalui telepon, (23/8/2026).
‎
Hingga berita ini di terbitkan keluarga korban mengaku sampai hari ini belum ada kejelasan untuk biaya administrasi tersebut.
Tak hanya trauma, korban Drag Race Upai terhimpit tagihan pengobatan Rp121 Juta
Leave a Comment
