Gus Kikin Jadi Perbincangan Bursa Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Gus Kikin mencuri perhatian dalam bursa Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin tampil sebagai sosok yang diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada hari pertama Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8). Sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin menjadi pusat perhatian peserta muktamar berkat rekam jejaknya.

Gus Kikin merupakan cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH M Hasyim Asy’ari, dan telah melanjutkan kepemimpinan Pesantren Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. KH A Junaidi Hidayat, pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, menyatakan bahwa Gus Kikin memiliki kapasitas untuk menjadi Ketua Umum PBNU. Menurut Junaidi, seorang pemimpin di NU harus memiliki kemampuan di bidang manajerial, jaringan, dan ekonomi selain kapasitas keilmuan agama.

“Seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya,” kata Junaidi di Jombang, Kamis.

Gus Kikin dikatakan memiliki pengalaman yang relevan dengan kebutuhan NU. Selain mengelola Pesantren Tebuireng, ia juga memiliki pengalaman di dunia usaha dan jaringan media. Ia pernah menjadi pemilik media televisi, yang menunjukkan kemampuannya dalam bidang komunikasi massa.

Pengalaman kepemimpinannya dibuktikan dengan kepercayaan sebagai penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar, sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029. Pengalaman ini menjadi modal berharga untuk memimpin organisasi seperti NU yang memiliki jaringan luas.

Dukungan terhadap Gus Kikin juga datang dari PWNU dan PCNU se-Jawa Timur. Pada Juli 2026, mereka sepakat mendukung Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir menegaskan dukungan ini bukanlah dorongan pribadi, melainkan hasil musyawarah organisasi. “Ini bukan keinginan pribadi beliau. Kita tanya beliau siap atau tidak, katanya siap. Murni pendapat PCNU. Alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung kiai,” ujar Matin.




Menanggapi dukungan tersebut, Gus Kikin menyatakan bahwa ini adalah amanah organisasi yang harus dilaksanakan dengan baik. Ia melakukan pendekatan kepada berbagai tokoh NU tanpa kampanye terbuka, lebih fokus pada silaturahmi untuk menggalang dukungan dalam Muktamar ke-35 tersebut. “Ini amanah, bukan niat pribadi,” tegas Gus Kikin.

Dukungan kepada Gus Kikin datang karena figur dan pengalamannya, seperti yang dikatakan oleh Ketua PWNU Aceh Tengku Haji Faisal Ali. Kendati demikian, tokoh lain seperti Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, juga menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com