ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus diupayakan pengendaliannya oleh petugas gabungan. Mereka menghadapi tantangan memadamkan api yang tersebar di tujuh titik pada Sabtu, yang meliputi Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, dan Puncak Trisula.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Yudhi Cahyono, menyatakan bahwa petugas BPBD bersama tim gabungan bekerja atas arahan TNBTS dalam memadamkan sejumlah titik api di wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. “Untuk memperkuat upaya pemadaman, dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur sudah dikerahkan melakukan water bombing ke sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” ungkapnya.
Dua helikopter tersebut difokuskan pada kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Pemadaman dari udara dilakukan bersama dengan petugas lapangan yang turut memadamkan api secara manual. Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS, Agus Kusuma Negara, menambahkan bahwa terdapat dua lanskap utama dengan kebakaran masif, yaitu Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik, yang menjadi awal pengendalian dengan dukungan water bombing dari BPBD Jawa Timur.
Penggunaan helikopter untuk pemadaman udara melengkapi usaha menangani api dari darat, termasuk dengan membuat sekat-sekat api dan memanfaatkan peralatan yang ada. Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai 160 hektare dengan vegetasi kering menjadi bahan bakar utama api. Penanganan ini melibatkan kolaborasi antara petugas TNBTS, BPBD Lumajang, relawan, masyarakat, dan dukungan dari BPBD Jawa Timur melalui helikopter.
Pemerintah menyatakan pentingnya untuk memastikan agar titik api yang sudah padam tidak kembali menyala, dengan pemantauan dan penanganan lanjutan menjadi fokus agar kebakaran dapat diatasi sepenuhnya. Strategi kolaboratif ini bertujuan agar pemadaman api dari udara dan darat dapat berjalan secara terpadu, untuk mengendalikan kebakaran yang terus meluas.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

