Update banjir bandang di Nepal: Korban jiwa 675 Orang, 2.400 masih hilang

Lebih dari 15.000 hingga 18.700 personel keamanan dari Tentara Nepal, Polisi Nepal, dan Armed Police Force dikerahkan.

Editor: Redaktur
Foto dari drone yang memperlihatkan petugas pemadam kebakaran sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di jalan rusak menuju Pelabuhan Gyirong setelah terjadi tanah longsor, di Kabupaten Gyirong, Shigatse, Daerah Otonom Tibet, Tiongkok, 28 Agustus 2026. (cnsphoto/Reuters)

ZONAUTARA.com – Bencana banjir bandang yang melanda Sungai Bhotekoshi dan Trishuli di Nepal sejak Rabu (26/8/2026) telah menewaskan setidaknya 675 orang. Lebih dari 2.400 orang masih dinyatakan hilang hingga Sabtu malam (29/8/2026).

National Disaster Risk Reduction and Management Authority (NDRRMA) dan Polisi Nepal melaporkan angka tersebut berdasarkan temuan mayat di delapan distrik terdampak. Jumlah korban jiwa tertinggi tercatat di Chitwan (246 orang), diikuti Nawalparasi Timur (sekitar 165), Nawalparasi Barat, Gorkha, Dhading, Nuwakot, Tanahun, dan Rasuwa.

Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser (ice-rock avalanche) di wilayah pegunungan Himalaya dekat perbatasan Nepal-Tibet. Longsoran es, batu, dan lumpur memicu gelombang air serta material yang menghancurkan desa-desa, jalan, jembatan, dan infrastruktur di sepanjang lembah sungai. Para ahli mengaitkan peristiwa ini dengan tekanan perubahan iklim yang mempercepat pencairan gletser di Himalaya.

Operasi penyelamatan berlangsung intensif

Lebih dari 15.000 hingga 18.700 personel keamanan dari Tentara Nepal, Polisi Nepal, dan Armed Police Force dikerahkan. Operasi didukung 16 helikopter yang telah menyelesaikan ratusan sorti penerbangan. Hingga Sabtu, setidaknya 4.400 hingga 7.500 orang berhasil diselamatkan, termasuk 191–279 pekerja yang terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Tim ahli dari China dan India telah bergabung untuk membantu operasi di lokasi terowongan yang sulit dijangkau. Pemerintah Nepal meminta bantuan teknis khusus, seperti peralatan forensik, analisis DNA, dan cold storage untuk penanganan jenazah, bukan sekadar tim search and rescue umum.




Ancaman banjir susulan masih mengintai. Danau alami yang terbentuk di hulu akibat longsoran berisiko jebol. Hujan ringan hingga sedang di wilayah terdampak juga menghambat operasi pencarian.

nepal
Foto udara memperlihatkan puing-puing dan lumpur yang menutupi suatu wilayah setelah banjir bandang pada 28 Agustus 2026 di Desa DevGhat, Nepal. (Foto: Ritesh Shukla/Getty Images)

Respons pemerintah dan bantuan internasional

Perdana Menteri Balendra “Balen” Shah menyatakan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. “Kami tidak akan berhenti sampai setiap warga negara terjangkau,” ujar Shah dalam pernyataan resmi.

Kabinet menyumbangkan gaji sebulan ke Dana Bantuan Bencana Perdana Menteri. Dana yang terkumpul telah melebihi Rs 5 miliar, ditambah sumbangan internasional. Bantuan datang dari India (puluhan ton suplai medis dan body bag), Asian Development Bank (USD 5 juta), World Bank, Amerika Serikat, Australia, Swiss, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain.

Bencana ini menjadi ujian pertama bagi pemerintahan Shah yang terpilih setelah pemilu Maret 2026, menyusul gelombang protes Gen Z tahun sebelumnya. Kerusakan infrastruktur, termasuk kapasitas listrik ratusan megawatt, diperkirakan menimbulkan kerugian besar.

Identifikasi jenazah menjadi tantangan tersendiri. Banyak mayat ditemukan dalam kondisi tidak utuh di hilir sungai. Pemerintah memutuskan menyimpan sampel DNA sebelum penguburan jenazah yang tidak teridentifikasi untuk kepentingan penelusuran keluarga.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah cuaca yang tidak menentu. Pemerintah Nepal terus memantau kondisi danau hulu dan meminta warga di daerah rawan segera mengungsi ke tempat lebih tinggi.

(Sumber: NDRRMA, Polisi Nepal, Radio Nepal, Kathmandu Post, dan laporan media internasional per 29–30 Agustus 2026)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com