Belajar berani di kolam, atlet pemula Znergy bawa pulang puluhan medali

Sebanyak 34 atlet pemula Znergy Aquatic Club turun dalam NSSC Swimming Competition di Manado. Bukan sekadar mengejar podium, mereka menjadikan kompetisi ini sebagai ruang untuk belajar berani, menguji kemampuan, dan menambah pengalaman bertanding sejak usia dini.

Editor: Redaktur
Coach Neva mendampingi Atlet Pemula znergy sebelum bertanding, (Foto: Koleksi Znergy).

ZONAUTARA.com – Bagi sebagian atlet muda, berdiri di tepi kolam dengan nomor perlombaan di dada adalah pengalaman yang tidak sederhana. Ada rasa tegang, ada tantangan untuk menjaga fokus, sekaligus kesempatan membuktikan hasil latihan.

Suasana itu dirasakan puluhan atlet pemula Znergy Aquatic Club saat mengikuti NSSC Swimming Competition yang memperebutkan Piala Dankodaeral VIII di Kolam Renang Dankodaeral, Kairagi, Manado, 28-30 Agustus 2026.

Sebanyak 34 atlet Znergy turun pada kategori pemula. Mereka mengikuti 118 nomor perlombaan yang terbagi dalam kategori Pemula C, Pemula B, dan Pemula A.

Belajar berani di kolam, atlet pemula Znergy bawa pulang puluhan medali
Keluarga besar Znergy Aquatic Club yang tak henti memberi semangat, (Foto: Koleksi Znergy).

Dari penampilan tersebut, atlet-atlet pemula Znergy membawa pulang 46 medali seri. Rinciannya 13 medali emas, 15 perak, dan 18 perunggu.

Namun, bagi tim pelatih, capaian tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian anak-anak untuk mengikuti kompetisi dan mendapatkan pengalaman bertanding menjadi bagian penting dari proses pembinaan.




Pelatih Znergy Aquatic Club, Agrelia Mamuaja, mengatakan dirinya mengapresiasi para atlet yang bersedia mengikuti kompetisi. Menurutnya, keberadaan orang tua yang memberikan dukungan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan para atlet muda.

“Saya sebagai pelatih merasa bangga dan sangat mengapresiasi para atlet yang mau ikut serta dalam kompetisi ini,” ujar Agrelia.

Belajar berani di kolam, atlet pemula Znergy bawa pulang puluhan medali
Coach Agrelia mendampingi Atlet Pemula znergy sebelum bertanding, (Foto: Koleksi Znergy).

Agrelia sendiri ikut turun ke kolam. Ia berlomba pada nomor 50 meter gaya bebas KU 1 Putri dan berhasil meraih medali emas.

Keputusan mengikuti satu nomor individu itu dilakukan Agrelia untuk tetap bisa memberikan perhatian kepada atlet-atlet pemula yang didampinginya selama pertandingan.

Ia juga menekankan bahwa perjalanan atlet muda tidak berdiri sendiri. Dukungan antara pelatih, atlet dan keluarga menjadi bagian dari proses yang sedang mereka bangun bersama.

It’s not about team but it’s a family,” katanya.

Sejumlah atlet pemula Znergy kemudian menunjukkan hasil yang cukup menonjol.

Pada kategori Pemula B Putri, Azqiara Khairunnisa Bengga berhasil meraih tiga medali emas. Sementara pada Pemula A Putri, Attahira Mikayla Mondo juga mengoleksi tiga medali emas.

Ada pula Fillia Rindu Inayah Lomban yang membawa pulang dua emas pada Pemula A Putri.

Belajar berani di kolam, atlet pemula Znergy bawa pulang puluhan medali
Sunniyah Nazmi Alhabsyi bersama keluarga, (Foto: Koleksi Znergy).

Di kelompok usia lebih muda, Sunniyah Nazmi Alhabsyi meraih dua emas dan satu perak pada kategori Pemula C Putri. Prestasi itu menjadi pengalaman berharga bagi atlet yang masih berada dalam tahap awal perjalanan sebagai perenang.

Orang tua Sunniyah, Rilie Fardya Dedullah, melihat pencapaian anaknya bukan semata-mata dari jumlah medali yang dibawa pulang.

Menurut Rilie, keberanian untuk tampil, menjalani proses latihan dan berusaha memberikan yang terbaik justru menjadi hal yang lebih penting bagi atlet seusia Sunniyah.

“Bagi kami, medali adalah bonus dari sebuah proses, latihan, dan keberanian untuk mencoba,” ujar Rilie.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Znergy, para pelatih, manager dan official yang telah mendampingi perjalanan anaknya selama mengikuti kompetisi.

Bagi atlet pemula, pengalaman bertanding menjadi ruang untuk belajar menghadapi tekanan yang berbeda dengan latihan sehari-hari. Mereka belajar mendengar instruksi, menjaga konsentrasi, menerima hasil perlombaan dan kembali mencoba nomor berikutnya.

Pelatih Znergy lainnya, Stevani Neva Celia Laoh, juga merasakan tantangan tersebut. Selain bertugas mendampingi lebih dari 50 atlet Znergy, Neva ikut berlomba pada nomor 100 meter gaya dada putri KU 1 dan 100 meter gaya punggung putri KU 1.

Neva sempat berada di podium ketiga pada nomor 100 meter gaya dada, sebelum kemudian didiskualifikasi karena alasan pembalikan.

Meski mengalami situasi tersebut, Neva memilih tetap menjaga semangat dan sportivitas sembari menjalankan tanggung jawab mendampingi para atlet junior.

“Sebagai atlet sekaligus pelatih pada saat hari lomba tentunya butuh tenaga ekstra untuk menangani 50 lebih atlet Znergy,” kata Neva.

Pengalaman selama tiga hari kompetisi itu akhirnya tidak hanya menghasilkan catatan medali bagi Znergy. Bagi para atlet pemula, kolam pertandingan menjadi tempat untuk mengenal suasana kompetisi, mengukur kemampuan dan membangun keberanian.

Sebab, sebelum menjadi perenang yang mengejar podium, mereka terlebih dahulu perlu belajar berani menyelam, berenang, bertanding dan menerima hasilnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com