ZONAUTARA.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa masih ada peluang untuk mengakhiri konflik dengan Ukraina melalui cara damai. Namun, ia juga menuduh Ukraina melakukan “terorisme negara” setelah memberikan peringatan kepada maskapai penerbangan agar menjauhi wilayah udara Rusia. Pernyataan ini disampaikan dalam forum ekonomi di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026).
Dalam forum tersebut, Putin menegaskan bahwa penyelesaian konflik pada akhirnya harus dicapai oleh kedua negara yang terlibat, Rusia dan Ukraina. “Pada akhirnya… masalah ini harus diselesaikan oleh negara-negara yang terlibat dalam konflik Rusia dan Ukraina,” kata Putin. “Apakah ada peluang [untuk perdamaian]? Menurut saya, ya, ada,” ujarnya lebih lanjut.
Seruan perdamaian ini muncul di tengah kebuntuan diplomatik yang sudah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Kendala utama dalam mencapai perdamaian adalah perbedaan pandangan antara Moskow dan Kyiv mengenai isu penting seperti wilayah sengketa, jaminan keamanan, serta kerja sama militer Ukraina. Upaya dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa untuk mendamaikan kedua belah pihak belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa tindakan Rusia semakin “ceroboh”, merujuk pada insiden terkait rudal dan pesawat nirawak yang melintasi wilayah Eropa. Rutte menegaskan bahwa ancaman Rusia tidak akan memecah persatuan NATO. “Jika Rusia berpikir kami akan terpecah oleh ancaman tersebut, atau jika mereka berpikir kami akan terhalang untuk mendukung Ukraina, mereka keliru,” tegasnya.
Ketegangan meningkat ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyarankan maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Rusia. Moskow merespons dengan keras, menyebut peringatan itu sebagai “terorisme negara”, dan berjanji akan meningkatkan serangannya ke Ukraina. Ukraina kini mengandalkan pesawat nirawak untuk memperluas serangannya ke wilayah Rusia guna memberi tekanan ekonomi dan militer.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

