ZONAUTARA.com – Dibawah kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, Pemerintah Kotamobagu (Pemkot), terus menyeriusi proses penanganan akses menuju kawasan perkebunan Monsi, Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Rangka baja eks Jembatan Rona di Kabupaten Minahasa direlokasi ke Kotamobagu yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu, saat ini telah memasuki tahap mobilisasi material dan telah tiba di Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kotamobagu, Haris Momintan, kepada Zonautara.com, menjelaskan bahwa sebanyak empat mobil tronton telah tiba membawa pelat lantai beton yang akan digunakan dalam pekerjaan jembatan perkebunan monsi.

“Masing-masing muatan sekitar 20 ton,” ujar Haris.
Menurut Haris, setiap tronton mengangkut delapan pelat beton. Dengan berat masing-masing pelat diperkirakan mencapai 2,5 ton, satu kendaraan membawa total sekitar 20 ton material secara keseluruhan.
Ia juga mengatakan kebutuhan pelat lantai beton untuk pekerjaan tersebut mencapai 60 pelat. “Total keseluruhan ada 60 pelat beton,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy Mokodongan, menyampaikan bahwa penanganan Jembatan Monsi dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya jembatan di kawasan perkebunan tersebut ambruk pada Oktober 2025 dan menyebabkan akses masyarakat menuju lokasi perkebunan terganggu.
Menindaklanjuti hal tersebut pemerintah Kotamobagu memanfaatkan jembatan rangka baja eks jembatan Rona milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang berada di Kabupaten Minahasa. Jembatan tersebut dipinjam untuk kemudian dimobilisasi ke Kotamobagu, untuk tahap awal.
Relokasi tersebut di kerjakan oleh CV. Alkana Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp399.307.600 dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Berdasarkan kontrak, pekerjaan tahun 2026 mencakup pembongkaran (dismantling) dan mobilisasi jembatan dari Minahasa ke Kotamobagu.
Sementara pemasangan jembatan rangka baja di kawasan perkebunan Monsi direncanakan melalui penganggaran di tahun 2027 mendatang. Dengan tibanya material pelat lantai beton, menjadi penanda penanganan jembatan Monsi kini secara bertahap telah dilakukan.

