ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk menangani dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan terdapat tiga metode yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca kali ini.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode penyemaian awan, atau dikenal dengan cloud seeding, dilakukan di Lanud Ahmad Yani, Semarang, pada Senin (7/9/2026). Metode ini menargetkan awan potensial hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan menyemprotkan air yang dicampur dengan kalsium klorida (CaCl2).
“Kemarin BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode cloud seeding, di mana dilakukan penyemprotan air yang bercampur dengan kalsium klorida yang ditujukan pada awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dan tentu ini dibantu oleh sebuah pesawat untuk menyebarkan atau menyemaikan 650 liter air bersama 350 kg CaCI2,” ujar Berton dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Selasa (8/9/2026).
Metode kedua, OMC melalui water mist dilakukan via Bandara Pondok Cabe pada Selasa (8/9). Metode ini melibatkan penyemprotan air yang dicampur surfaktan untuk mengatasi lapisan polutan. “Hari ini kita sudah mulai melakukan modifikasi cuaca di Pondok Cabe dengan bahan yang disampaikan itu adalah 2000 liter air ditambah dengan surfaktan,” ujarnya.
BNPB juga melaksanakan OMC dengan penyemaian natrium klorida (NaCl) atau garam dari Bandara Pondok Cabe. Tujuannya adalah untuk mengharapkan terjadinya hujan di daerah tertentu. “BNPB melaksanakan modifikasi cuaca itu dengan penyemaian natrium klorida atau garam juga dilakukan pada hari ini dari Pondok Cabe. Jadi dilakukan dengan satu sorti untuk mengharapkan terjadinya hujan di beberapa lokasi di wilayah penyemayan dan garam yang disampaikan itu sebanyak 1000 kg,” ujarnya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

