ZONAUTARA.com – Aerosol yang dihasilkan dari penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape) berbeda signifikan dengan asap rokok. Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa aerosol vape dapat menghilang dalam 10-15 detik, sementara asap rokok bertahan lebih lama di udara. Penelitian ini mengungkap bahwa aerosol vape cepat menguap menjadi senyawa organik yang mudah menguap, berbeda dengan partikel asap rokok yang lebih stabil dan memerlukan waktu lebih lama untuk menghilang.
Menurut kajian yang disusun oleh Dainius Martuzevicius dan rekan-rekannya berjudul “Characterization of the Spatial and Temporal Dispersion Differences Between Exhaled E-Cigarette Mist and Cigarette Smoke”, partikel rokok elektronik menyebar dengan cepat. “Aerosol vape berubah menjadi senyawa organik yang mudah menguap (volatil),” tulis laporan itu, menunjukkan perbedaan pola penyebaran dibandingkan asap rokok.
Founder Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) dari University of Catania, Riccardo Polosa menyatakan, “Aerosol yang dihembuskan dari vape menyebar dalam waktu yang sangat singkat dan bersifat mudah menguap. Emisi kimia dari vape jauh lebih sedikit zat bahayanya dibandingkan dengan rokok yang dibakar.” Pandangan serupa juga datang dari sistem layanan kesehatan masyarakat Inggris, National Health Service (NHS). Mereka menyebutkan bahwa rokok elektronik tidak menghasilkan asap tembakau, sehingga risiko perokok pasif tidak berlaku.
Sebaliknya, partikel dalam asap rokok bersifat non-volatil atau semi-volatil yang lebih stabil. “Proses hilangnya partikel dalam asap rokok memakan waktu jauh lebih lama (beberapa menit) dan sangat bergantung pada tingkat ventilasi ruangan,” demikian laporan itu. Bahkan, NHS mengungkap, asap rokok dapat bertahan hingga berjam-jam meski dengan ventilasi terbuka. Campuran ribuan senyawa berbahaya dalam asap rokok berisiko bagi kesehatan, sehingga rentan dihirup oleh orang-orang di sekitar perokok.
Informasi ini menegaskan adanya perbedaan substansial antara aerosol vape dan asap rokok. Semoga pembahasan ini memberikan wawasan lebih mendalam terkait dampak penggunaan kedua jenis produk tembakau tersebut.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

