ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi guru dengan kuota sekitar 139.000 posisi pada tahun depan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menutup kekurangan guru yang saat ini mencapai 464.856 orang di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa alokasi pembukaan 464.000 kuota ini akan dilaksanakan bertahap dalam tiga tahun mendatang dengan pembagian 30 persen pada tahun pertama dan kedua, serta 40 persen pada tahun ketiga. “Jadi nanti ya dihitung saja, dari 464 ribu itu 30 persennya berapa, itu yang akan dimulai untuk CPNS guru tahun ini,” ujar Nunuk dalam acara Puncak Anugerah Terpujilah Guru di Jakarta.
Formasi ini terbuka bagi guru honorer, lulusan baru jenjang S1/D-IV, serta peserta dengan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Nunuk menambahkan, meski tidak diwajibkan memiliki sertifikasi PPG, mereka yang sudah memiliki sertifikasi tetap akan mendapat prioritas dalam seleksi.
Di kesempatan lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menerangkan bahwa guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) turut diberi kesempatan mengikuti tes untuk menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Guru non-ASN itu nanti diberi kesempatan untuk menjadi PNS atau menjadi PPPK dengan tes. Tapi kalau guru non-ASN yang tidak lulus tes PPPK atau PNS, maka statusnya tetap menjadi guru non-ASN yang digaji melalui dana BOS,” jelas Abdul Mu’ti usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pembukaan kuota ini juga mencakup kebutuhan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo yang bertujuan mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru di Indonesia.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

