ZONAUTARA.com – Pemerintah Iran mengambil langkah penghematan energi di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) yang semakin parah. Mulai 23 September hingga akhir tahun kalender Iran pada Maret 2027, pegawai pemerintah diharuskan bekerja dari pukul 08.00 hingga 13.00. Sisanya dilakukan dari rumah secara daring.
Setiap instansi diharuskan mendorong pegawai menggunakan transportasi umum setidaknya satu hari dalam seminggu. Beberapa menteri bahkan mempromosikan penggunaan metro dengan menghadiri pekerjaan menggunakan transportasi tersebut. Layanan metro dan bus rapid transit (BRT) akan digratiskan sampai pertengahan November untuk mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
Penggantian kendaraan dinas pemerintah yang sudah tua menjadi kendaraan listrik, berbahan bakar gas, atau hibrida sedang diupayakan, meskipun diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun. Kebijakan penghematan juga mencakup arahan untuk mematikan pemanas dan lampu setelah jam kerja diikuti dengan arahan serupa untuk sekolah, universitas, dan fasilitas lain.
Tekanan akibat krisis diperkuat oleh harga BBM yang telah meningkat dua kali dalam setahun serta blokade laut oleh Amerika Serikat, yang menghentikan impor dan ekspor BBM Iran melalui jalur laut. Pada lima bulan pertama tahun Iran, produksi bensin rata-rata 122 juta liter per hari, sementara konsumsi mencapai 132 juta liter—menunjukkan defisit pasokan sebesar 10 juta liter per hari.
Pemimpin Iran, Presiden Masoud Pezeshkian, mendorong penghematan lebih lanjut dengan memperbolehkan kerja dari rumah dan berbagai upaya lain sesuai arahan pada 12 September. Kebijakan ini bertujuan mengurangi konsumsi energi serta menghadapi tantangan akibat tekanan dari berbagai konflik internasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

