ZONAUTARA.com – Israel saat ini menghadapi ancaman krisis air setelah ledakan populasi alga di Laut Mediterania mengganggu kapasitas fasilitas desalinasi airnya. Kondisi ini disebabkan oleh pembuangan limbah yang tidak terolah dari Gaza ke laut, mengancam produksi air dan kehidupan di Israel. Krisis ini berawal dari kerusakan infrastruktur pengolahan air limbah di Gaza akibat konflik yang melibatkan Israel.
Menurut Asosiasi Lingkungan Zalul, pencemaran ini tidak mengenal batas politik. Hal ini dikonfirmasi oleh laporan dari The Guardian yang menunjukkan betapa pembuangan limbah yang mengandung nutrisi turut memperparah ledakan mikroalga yang bermasalah bagi fasilitas desalinasi Israel.
Walaupun gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat telah diberlakukan setahun lalu, Gaza masih mengalami krisis air yang parah. Sementara itu, air limbah terus membanjiri garis pantai Gaza akibat rusaknya fasilitas pengolahan selama perang.
Perkembangan alga ini telah menjangkau sekitar 100 kilometer dari pesisir dan mengakibatkan lima dari enam fasilitas desalinasi Israel terhenti. Fasilitas ini belum beroperasi secara penuh. Hal ini dipandang oleh ekspertis dari Ben-Gurion University, Jack Gilron, sebagai ancaman besar terhadap sumber air utama bagi Israel.
Laporan dari Médecins Sans Frontières (MSF) mengungkapkan bahwa sekitar 90% infrastruktur air di Gaza mengalami kerusakan serius. Sebelum perang, 80% kebutuhan air Gaza didapat dari akuifer pesisir yang kini tercemar dan tidak layak konsumsi. Jaringan pipa yang bergantung pada otoritas air Israel juga ikut terputus, memaksa penduduk Gaza mengandalkan truk tangki untuk air bersih.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

