ZONAUTARA.com – Korea Selatan tengah mengalami kekurangan dokter di sektor layanan kesehatan publik, terutama di pusat-pusat kesehatan masyarakat seperti di Seoul. Pusat Kesehatan Distrik Mapo adalah salah satu yang terdampak, di mana posisi dokter kontrak telah diiklankan hingga enam kali antara Januari hingga Juni, tanpa ada pelamar yang memenuhi syarat.
Seorang pejabat pusat kesehatan mengatakan, “Tidak ada yang melamar, jadi kami bersiap untuk mengiklankannya lagi,” mengutip dari VN Express International pada Minggu (27/9/2026).
Situasi serupa dialami Pusat Kesehatan Masyarakat Distrik Guro, yang telah membuka pendaftaran posisi dokter spesialis penyakit dalam langkah keenam kalinya. Satu dari dua posisi dokter spesialis masih kosong, mengharuskan dokter yang tersisa menanggung beban kerja dobel.
Krisis tenaga dokter juga terasa di Distrik Jongno, yang baru mampu merekrut satu dokter setelah sembilan kali percobaan sejak Agustus 2026. Data memperlihatkan penurunan 13,5% jumlah dokter di pusat kesehatan Seoul dari 156 pada tahun 2022 menjadi 135 pada tahun 2025, meskipun memiliki jumlah dokter per kapita tertinggi di Korea Selatan.
Salah satu persoalan utama penyebab kekurangan ini adalah tingkat gaji yang ditawarkan. Contohnya, Distrik Guro menawarkan gaji sekitar 83,6 juta won per tahun, yang dinilai rendah dibandingkan tawaran rumah sakit swasta. Usulan solusi seperti peningkatan gaji atau perekrutan pensiunan profesor rumah sakit kerap dibendung oleh sistem penggajian dan aturan pensiun yang rumit.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

