ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) semakin meluas, mengakibatkan dampak pada area seluas 1.098,75 hektare. Dilaporkan, kebakaran ini telah berlangsung selama enam hari dan memaksa pendaki di jalur Sembalun untuk segera turun demi keselamatan.
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan bahwa penutupan jalur pendakian dilakukan untuk menjaga keselamatan para pengunjung. “Bagi pendaki yang masih melakukan aktivitas pendakian dan sebelumnya memilih Jalur Senaru atau Torean sebagai pintu keluar, diarahkan untuk mengalihkan perjalanan melalui jalur Sembalun,” ujar Astekita pada Minggu (27/9) malam.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan, dengan beberapa titik api telah berhasil dipadamkan, khususnya di kawasan Bukit Setampol. Namun, titik api masih terpantau di lereng utara Puncak Sangkareang, sehingga kegiatan pemadaman dan pemantauan terus dilanjutkan.
Astekita menambahkan bahwa perkembangan terakhir menunjukkan kebakaran di sejumlah sektor dapat diatasi, namun pemantauan tetap dilakukan mengingat kebakaran belum sepenuhnya padam. Pihak Balai TNGR terus memperbarui data luas area terdampak berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan terkait, mengingat luasnya area yang terdampak serta risiko terhadap keselamatan para pendaki dan lingkungan di sekitar kawasan TNGR.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

