ZONAUTARA.com – Penanganan bencana di NTT dan perubahan kebijakan ekonomi di sektor pertambangan menjadi perhatian utama. Gempa bumi yang membawa dampak kemanusiaan serius di NTT direspon pemerintah melalui langkah-langkah darurat, sementara kebijakan baru dari Kementerian ESDM bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di level lokal. Langkah-langkah ini menjadi krusial di tengah tuntutan warga yang terdampak kebijakan dan peristiwa alam.
Mendagri Konfirmasi Korban Gempa NTT
Dikutip dari Antara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan akan mengonfirmasi laporan kematian puluhan penyintas gempa di NTT. Mendagri akan meninjau peran pemerintah daerah dalam merawat pengungsi, serta memastikan penggunaan dana belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar untuk setiap daerah terdampak.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Kebijakan Baru Jadikan Tambang Lebih Lokal
Dilansir dari CNBC Indonesia, Kementerian ESDM melarang perusahaan pemilik IUP menggunakan anak perusahaan secara langsung tanpa melibatkan kontraktor lokal. Kebijakan ini mencatat pengecualian untuk penugasan khusus dan harus mendapatkan izin resmi dari Menteri ESDM.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Pendamping Desa Jadi Agen Perlindungan Sosial
Detik melaporkan, Menteri Desa Yandri Susanto mengajak 25.380 pendamping desa di 37 provinsi berperan sebagai agen perlindungan sosial. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis desa, menargetkan efektifitas bantuan sosial.
Baca selengkapnya di Detik – Berita →
Langkah selanjutnya terkait kebijakan pertambangan dan penanganan gempa di NTT akan menentukan efektivitas implementasi kebijakan tersebut dalam waktu dekat.

