Ghostlighting: Fenomena Baru di Balik Hubungan Digital

Ghostlighting adalah fenomena ghosting yang lebih menakutkan dalam hubungan digital.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Ghostlighting, fenomena yang masih asing bagi banyak orang, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial. Fenomena ini merupakan versi lebih ekstrem dari perilaku ghosting yang marak terjadi dalam hubungan digital.

Ghostlighting terjadi ketika seseorang tidak hanya menghilang dari kehidupan digital orang lain, tetapi juga berusaha membuat orang tersebut merasa bersalah atau mempertanyakan kewarasan mereka. Dalam konteks ini, pelaku ghostlighting berupaya memanipulasi korban agar meragukan diri sendiri.

Praktik ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban, memperburuk perasaan kesepian atau rasa tidak berharga. Menurut para pakar, ghostlighting sering kali dikaitkan dengan perilaku manipulatif dan gaslighting, di mana pelaku berusaha seolah-olah tidak ada kejadian apa pun yang patut dipertanyakan.

Seiring berkembangnya dunia digital dan meningkatnya interaksi virtual, fenomena seperti ghostlighting menjadi semakin umum. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda perilaku ini guna melindungi diri dari potensi dampak buruknya.

Para ahli menyarankan agar korban ghostlighting mencari dukungan profesional atau berbagi pengalaman dengan orang-orang terdekat. Kesadaran dan edukasi tentang fenomena ini diharapkan dapat mencegah penurunan kesehatan mental yang dialami oleh korban.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com