ZONAUTARA.com – Situasi di Kota Ujjain, India, memanas akibat rencana pembongkaran sebagian Masjid Shahi. Aksi ini dilakukan untuk proyek pelebaran jalan dalam rangka persiapan festival ziarah Hindu besar pada 2028. Protes melibatkan ratusan warga Muslim yang sejak Minggu malam berkumpul di luar masjid guna menghalangi datangnya alat berat demolisi.
Zeeshan Khan, yang merupakan peserta aksi dan warga setempat berusia 30 tahun, menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa umat Muslim sudah selama tiga malam berjaga untuk mempertahankan rumah ibadah mereka. Kota Ujjain berada sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota negara bagian Madhya Pradesh. Daerah tersebut telah lama diperintah oleh Partai Bharatiya Janata Party (BJP), partai nasionalis Hindu yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, kecuali periode singkat ketika Partai Kongres berkuasa.
BJP dituduh oleh beberapa pihak sengaja menargetkan bangunan keagamaan Muslim, termasuk masjid dan madrasah, dengan alasan bangunan tersebut didirikan secara ilegal atau berada di atas bekas situs kuil Hindu. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan tempat ibadah Muslim telah diratakan di wilayah-wilayah yang dikuasai BJP, bahkan kerap terjadi saat persoalan hukum masih berlangsung di pengadilan.
Menurut Zeeshan Khan, persoalan ini sudah berlangsung selama sekitar dua bulan, diawali dengan pemberitahuan pengambilalihan Masjid Shahi oleh Perusahaan Kota Ujjain, yang memberi batas waktu hingga 10 September bagi pihak masjid untuk melakukan pembongkaran. Gugatan hukum yang diajukan ke Pengadilan Tinggi setempat untuk menghentikan pembongkaran ditolak. Pengadilan beralasan festival ziarah Hindu mendatang memerlukan ruang lebih untuk manajemen lalu lintas.
Meski sempat terjalin negosiasi agar batas pembongkaran dikurangi, suasana kembali memanas akibat rumor di media sosial yang menyebut masjid akan segera dihancurkan. Pihak berwenang mengklaim informasi yang menyebar adalah hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan, yang memancing ribuan warga untuk berkumpul di lokasi masjid hingga bentrokan pecah dengan aparat.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

