ZONAUTARA.com – Naiknya kasus influenza di Indonesia pada pekan ke-38 tahun 2026 dengan positivity rate sebesar 56% mendorong penggunaan oseltamivir sebagai obat pilihan. Obat ini digunakan untuk menangani infeksi virus influenza tipe A dan B.
Influenza, infeksi saluran pernapasan akut, ditularkan melalui percikan pernapasan seperti batuk atau bersin. Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan oseltamivir ke berbagai fasilitas kesehatan. Penting dicatat bahwa oseltamivir adalah obat keras dan memerlukan resep dokter.
Oseltamivir bekerja menghambat virus influenza menyebar dalam tubuh. Menurut Mayo Clinic, oseltamivir dapat mengurangi gejala flu seperti demam, batuk, dan rasa lemas, bahkan dalam satu hari. Namun, obat ini tidak menggantikan vaksin influenza tahunan.
Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 oleh Kacie Rytlewski menunjukkan bahwa pemberian oseltamivir mengurangi risiko anak masuk ICU dan mempersingkat masa rawat inap, terutama jika diberikan lebih awal.
Oseltamivir paling efektif jika diminum dalam 48 jam pertama gejala flu muncul. Dosis penggunaan harus mengikuti resep dokter, karena ketersediaan oseltamivir dalam bentuk kapsul dan suspensi.
Diolah dari laporan Tirto.id.

