ZONAUTARA.com – Subdirektorat 4 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan lima tersangka terkait penyebaran SMS phishing menggunakan perangkat Fake BTS di sekitar rute MRT dari Bundaran HI hingga Blok M serta sejumlah lokasi keramaian lainnya. Setiap hari, sindikat ini mengirimkan sekitar 20.000 SMS kepada pengguna telepon seluler di area tersebut.
Kepala Unit Subdirektorat 4 Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Grawas Sugiharto, menjelaskan bahwa para tersangka menggunakan identitas perusahaan terkenal, termasuk bank, e-commerce, dan gerai kopi dalam pesan mereka. Tujuannya adalah untuk mengelabui penerima pesan agar mengakses tautan menuju situs palsu yang menyerupai laman resmi perusahaan-perusahaan tersebut.
Kelima tersangka adalah GM, NL, AGW, JYI, dan AD. GM berperan sebagai pengemudi sekaligus operator alat Fake BTS. NL bertanggung jawab mencari kendaraan dan pengemudi. AGW diketahui menggaji NL dan GM, sementara JYI adalah teknisi alat. AD mengatur isi dan jumlah SMS yang disebarkan.
Polisi mendeteksi keberadaan mobil berwarna silver dengan nomor polisi B 2755 XXX bergerak perlahan dan berulang kali beroperasi di sekitar rute MRT Bundaran HI-Blok M. Setelah diperiksa, ditemukan alat Fake BTS yang sedang beroperasi. Petugas kemudian berhasil menangkap empat tersangka lainnya dan menyita perangkat terkait beserta alat bukti lain seperti telepon seluler, buku rekening, dan kartu ATM.
Metode pengiriman SMS ini dilakukan dengan mensimulasikan spektrum frekuensi GSM, membuat telepon seluler di sekitar alat mengira sinyal tersebut berasal dari BTS resmi. Pengamat kepolisian mencatat bahwa perangkat Fake BTS mampu menargetkan provider serta frekuensi tertentu agar SMS yang dikirim diterima sebagai pesan dari sumber valid.
Diolah dari laporan Tirto.id.

