ZONAUTARA.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pendampingan bagi pengusaha UMKM di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan fasilitasi pembiayaan.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menegaskan pentingnya penanganan serius dan berkelanjutan untuk memulihkan UMKM pascabencana. “Dampak bencana terhadap UMKM dan bagaimana mengantisipasinya justru menjadi tantangan paling berat setelah bencana terjadi. Karena itu, kami hadir untuk memastikan pengusaha UMKM mendapatkan pendampingan agar bisa memulai kembali usahanya dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Helvi, Minggu (4/10/2026).
Helvi juga menyatakan bahwa dukungan pemerintah tidak boleh hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi harus merupakan bagian dari proses pemberdayaan. “Tujuan kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan bantuan tersebut mendukung pemulihan usaha. Selain menyalurkan bantuan Presiden, kami juga menjalankan pelatihan dan pendampingan,” tambahnya.
Pendampingan ini mencakup perbaikan kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi, penguatan pemasaran, dan akses pembiayaan sesuai kebutuhan usaha. Program ini diharapkan dapat menjangkau 1.475 pengusaha UMKM di tiga regional, termasuk 752 peserta di Kota Padang. Helvi menegaskan bahwa keberhasilan program harus terlihat dari perubahan nyata pada usaha, seperti peningkatan produksi dan pendapatan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi terhadap langkah Kementerian UMKM. “Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM, jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM,” ujar Mahyeldi. Dia menekankan pentingnya kolaborasi untuk memaksimalkan hasil pendampingan.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

