ZONAUTARA.com – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan industri kesehatan di Indonesia berpotensi tumbuh di atas 8 persen. Hal ini membuka peluang signifikan untuk penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar. Sejak dinyatakan Jumat (9/10/2026) di Gedung Kementerian Kesehatan, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi dan penguatan industri lokal.
Budi menyatakan, “Kesehatan itu adalah salah satu sektor yang sebenarnya promising, bisa growth di atas 8 persen, dan juga job-nya bisa growth di atas 8 persen.” Pernyataan ini diungkapkan untuk mendorong partisipasi investasi asing dalam mengoptimalkan dampak belanja kesehatan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Menurut Budi, belanja kesehatan Indonesia mencapai sekitar 40 miliar dolar AS per tahun. Namun, kontribusi terhadap ekonomi domestik belum optimal karena sebagian besar produk kesehatan diimpor. Budi menambahkan, “Inilah sektor yang secara historis dari sisi belanja tumbuh 9 sampai 11 persen.” Namun, kontribusi sektor ini terhadap PDB hanya berkisar 3 hingga 4 persen.
Budi mengungkapkan bahwa sebagian besar produk kesehatan impor menahan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dalam negeri. “Karena sebagian besar yang kita beli diimpor dari luar negeri. Jadi pertumbuhan PDB tidak menetes dari belanja itu, tetapi mengalir ke negara lain, begitu juga pertumbuhan lapangan kerjanya,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna menarik investasi asing. Investasi diharapkan meningkatkan kapasitas manufaktur dalam negeri dan produksi produk kesehatan di Indonesia. Budi juga menyoroti potensi industri kesehatan jika belanja mencapai tingkat seperti Malaysia, yang dapat memacu tambahan belanja kesehatan hingga 84 miliar dolar AS dengan pengeluaran sekitar 300 dolar AS per kapita dikalikan populasi Indonesia 280 juta jiwa.
Diolah dari laporan Tirto.id.

